APA Yang Harus Diperbuat, Gerrard?
INTI BERITA
Steven Gerrard telah memungkasi kariernya sebagai
pesepakbola. Masa depan mantan kapten Liverpool dan tim nasional Inggris
ini pun banyak dispekulasikan usai resmi gantung sepatu. Selanjutnya
mau apa, Gerrard?
“Saya berhenti sebagai pesepakbola profesional. Namun, saya sungguh berbahagia dengan setiap hal yang saya rasakan selama ini. Saya telah menjalani karier yang luar biasa,” ucap Gerrard seperti dikutip dari Liverpool Echo.
Tak lupa, pemilik nama lengkap Steven George Gerrard yang kini telah berusia 36 tahun ini mengenang masa-masa indahnya selama menjadi bagian dari skuad Anfield, “Mimpi saya sejak kecil sudah terwujud, yakni memakai jersey merah, kostum Liverpool yang sangat membanggakan.”
Raja Tanpa Mahkota
Gerrard pernah menjadi raja di Anfield, juga di tim nasional Inggris, karena ia adalah mantan pemimpin Liverpool dan The Three Lions. Hanya saja, pria asli Merseyside ini ibarat raja tanpa mahkota, nihil juara Premier League selama membela The Reds.
Begitu pula nasib yang harus diterimanya di level antar-negara alias timnas. Inggris selalu gagal membawa pulang trofi Piala Dunia maupun Piala Eropa, termasuk ketika Gerrard selama 14 warsa berkubang di dalamnya.
Terakhir kali Liverpool menjuarai Liga Utama Inggris adalah musim 1989/1990 atau 8 tahun sebelum Gerrard hadir. Skuad Tiga Singa lebih parah lagi. Satu-satunya trofi mayor yang dikoleksi Inggris adalah jawara Piala Dunia 1966 yang digelar di rumah sendiri.
Beruntung, Gerrard sempat membawa Liverpool juara Liga Champions 2004/2005. Kala itu, 70.024 pasang mata di Ataturk Olympic Stadium Istanbul, Turki, plus jutaan orang dari berbagai belahan bumi yang menyaksikan lewat layar kaca, menjadi saksi bagaimana Gerrard memimpin kebangkitan armada merah dari Anfield.
Menantang raksasa Italia, AC Milan, pada 25 Mei 2005, The Reds sempat tertinggal oleh gol kilat Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo. Tapi, asa Liverpool pantang kendur. Gerrard mengawali misi pembalasan melalui golnya di menit 54, dilanjutkan aksi Vladimir Smicer dan Xabi Alonso yang mencetak 2 gol hanya dalam tempo 4 menit berikutnya.
Rossoneri yang merasa kecolongan berupaya mengejar, tapi selalu gagal. Hingga tempo normal usai ditambah 2 kali 15 menit perpanjangan waktu, skor tetap 3-3. Hingga akhirnya, Liverpool secara ketat memenangkan laga lewat adu penalti. Skor 2-3 di babak tos-tosan memastikan Gerrard berhak mengangkat tahta juara Liga Champions.
"Saya sangat bangga turut membawa trofi bergengsi untuk Liverpool ke Anfield. Tidak ada yang lebih berkesan dari malam di Istanbul itu," kenang Gerrard.
Sayangnya, itulah satu-satunya gelar suprematif yang bisa dipersembahkan Gerrard untuk Liverpool, selain sejumlah trofi lain yang kelasnya kalah mentereng macam Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, dan Piala UEFA.

0 Response to "Apa Yang Harus Di Pebuat Gerrard"
Posting Komentar